Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019

Sebanyak 268 Pegiat Persampahan dari 28 Provinsi di Indonesia hadir dalam Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 yang digelar pada 10-12 Oktober 2019 di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali.

Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019  atau di media sosial dikenal dengan tagar #JamboreIBBS2019 merupakan perhelatan tahun ke-4. Kegiatan ini sekaligus jadi momentum strategis berkumpulnya seluruh pegiat yang peduli terhadap persoalan persampahan di Indonesia demi terwujudnya kekuatan bersama untuk menciptakan berbagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sebelumnya, kegiatan berskala Nasional ini berhasil dilaksanakan di Solo, jawa Tengah, pada 2016 dan berhasil mendatangkan 234 peserta dari 22 Provinsi. Hasil dari pelaksanaan Jambore pertama tersebut ialah “13 Isu Persampahan” yang terdiri dari; pendidikan, sampah bercecer, strategi pengurangan sampah, organik, scale and sustainability, teknologi, gerakan dan kampanye, regulasi, kepemimpinan dan kelembagaan, wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, an-organik, pembiayaan, dan penanganan hilir.

Kemudian pada 2017 berhasil digelar di Aceh dengan jumlah 290 peserta dari 21 Provinsi. Perhelatan kedua ini menghasilkan rencana aksi dan rekomendasi untuk pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 di tiap provinsi. Dan pada 2018 berhasil digelar di Malang, Jawa Timur, serta berhasil menghadirkan 367 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menghasilkan identifikasi tantangan pendanaan/pembiayaan terkait 13 isu persampahan serta rekomendasi aksinya.

#JamboreIBBS2019 mengangkat tema utamaMembangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Stakeholder untuk Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan di Indonesia”. Isu ini diangkat dan dijadikan tema khusus mengacu pada Pemerintah Indonesia yang telah menetapkan Gerakan 100-0-100 bidang Cipta Karya dengan target penyediaan 100% akses aman air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak pada tahun 2019 melalui RPJMN 2015-2019.

Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder juga menjadi hal yang penting menuju tercapainya target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 serta target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published.