Sampah Plastik di Lautan

Seperti yang kita tahu bahwa pada tahun 2015, Jambeck beserta tim mengeluarkan hasil penelitian mereka pada jurnal yang berjudul Plastic Waste Inputs From Land Into The Ocean. Dari data tersebut dikatakan bahwa Indonesia menempati posisi kedua sebagai penyumbang sampah plastik ke lautan di dunia. Selain Indonesia, negara yang menepati posisi 5 besar dengan jumlah sampah plastik terbanyak yang dibuang ke lautan yaitu:
  1. China        : 262,9 juta ton
  2. Indonesia  : 187,2 juta ton
  3. Filipina      : 83,4 juta ton
  4. Vietnam    : 55,9 juta ton
  5.  Sri Lanka : 14,6 juta ton

Selain itu, sampah plastik di lautan tidak saja bersumber dari sampah domestik, namun sekitar 20% berasal dari sekitar 20% berasal dari sektor pelayaran dan perikanan, namun 80% berasal dari daratan. Jika di lihat berdasarkan data pengelolaan sampah di Indonesia pada tahun 2015; Ditimbun di TPA (69%), Dikubur (10%), Dikompos dan didaur ulang (7%), Tidak terkelola (7%), Dikabar (5%).

Sampah yang tidak terkelola dan pola masyarakat membuang sampah di sungai ataupun kawasan pesisir menajdi faktor pendukung adanya sampah lautan. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang seperti danau, waduk dan rawa serta sebagain air bawah permukaan (sungai-sungai) bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan disekitar daerah aliran sungai menuju laut, dimana wilayah pesisir Indonesia mencakup 50% areal daratan, dengan tingkat populasi 70% tinggal diwilayah ini. Hal tersebut yang membuat terkumpulnya sampah dilautan.

Dari sampah-sampah tersebut terdapat beberapa jenis sampah plastik yang paling banyak ditemukan yaitu:
    1. Botol plastik : 1.578.834 – (450 tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    2. Tutup botol : 822.227 – (450 tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    3. Bungkus makanan : 762.353 – (100–500  tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    4. Kantong plastik : 520.900 – (100–500  tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    5. Minuman plastik : 419.380 – (450 tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    6. Sedotan : 409.087 – (450 tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    7. Jenis plastik lainnya : 368.655 – (450 tahun, berubah bentuk menjadi pecahan kecil/ mikroplastik)
    8. Steroform : 365.584 – (tidak bisa terurai)
Sebenarnya terdapat beberapa solusi yang dapat dilakukan menurut Sekretariat Kabinet dan Republik Indonesia, yaitu: Kebijakan Manajemen sampah yang benar di darat adalah kunci utama yang secara signifikan akan berpengaruh terhadap pengurangan jumlah sampah laut. Selain itu dalam mengurangi sampah plastik di laut dapat dilakukan melalui 4 (empat) strategi, yaitu:
  • Peningkatan kesadaran para pemangku kepentingan
  • Pengelolaan sampah plastik terestrial
  • Pengelolaan sampah plastik di pesisir dan di laut
  • Serta mekanisme pendanaan, penguatan, kelembagaan, penegakan hukum, dan penelitian dan pengembangan.
Sumber:

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.