60 Delegasi dari 20 Provinsi Mengikuti Civil Society Forum 2019

Bandung, 15 Maret 2019

60 delegasi terpilih yang mewakili 20 provinsi di Indonesia mengikuti Civil Society Forum yang dilaksanakan oleh Greeneration Foundation pada 7–10 Maret 2019 di Villa Natural Hill, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Civil Society Forum (CSF) merupakan partisipasi masyarakat sipil terpilih untuk mendorong perubahan dan menjadi pemimpin yang menginspirasi. Forum ini dikemas menjadi sesi yang strategis. Seluruh peserta bertemu, belajar, dan berdiskusi mengenai isu persampahan dari sudut pandang masyarakat sipil selaku pelaku akar rumput (grassroot community). Kegiatan ini bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai inisiatif akar rumput tersebut melalui Forum Masyarakat Sipil yang dilaksanakan selama 4 hari.

Civil Society Forum merupakan wadah komunitas yang bergerak dalam isu persampahan dari Aceh sampai Papua untuk saling berbagi dan saling menginspirasi demi mencapai tujuan bersama, yaitu terwujudnya Indonesia Bebas Sampah,” ujar Vanessa Letizia selaku Direktur Eksekutif Greeneration Foundation.

Peserta terpilih adalah yang lolos seleksi dari 68 peserta. Sebelumnya, mereka melakukan seleksi pertama dengan total pendaftar sebanyak 126 orang. Seluruh peserta merupakan pegiat persampahan yang mewakili lembaganya masing-masing. Mereka sudah memiliki komitmen dan inisiatif solusi terhadap permasalahan sampah di daerah masing-masing.

Kami selaku pegiat lingkungan merasa sangat bangga karena kita di sini bisa belajar dan bertemu dengan pegiat lingkungan yang lain. jadi kita bisa berdiskusi tentang masalah2 yang ada di daerah masing2 dan mencari tahu bagaimana cara menyelesaikan msalahnya. Harapannya, acara ini diadakan kembali sehingga kita bisa terus bersilaturahmi dan berdiskusi kembali terkait permasalahan sampah yang ada di Indonesia, agar Indonesia bisa mewujudkan Bebas Sampah 2025” ujar Dwi Sunarto, yang meruakan delegasi Sobat Bumi Surabaya, Jawa Timur.

Fokus CSF tahun ini yakni pengintegrasian inisiatif masyarakat terkait isu persampahan di berbagai daerah melalui berbagai metode dan aktivitas, seperti Grassroot Community Talk Show, Waste Issues Update dari beberapa Narasumber, Focus Group Discussion, Community Capacity Building yang meliputi Strategi Pembiayaan, Strategi Advokasi, dan Strategi Kampanye Digital, serta berbagai aktivitas interaktif lainnya seperti outdoor activities dan malam kebudayaan yang menampilkan berbagai penampilan tradisi masing-masing delegasi yang menjadi peserta.

Kegiatan CSF juga dimaksudkan agar dapat mendukung aspirasi penegakkan hukum persampahan change.org/AspirasiBebasSampah. Selain itu, juga mendukung   persiapan pengajuan Tuan Rumah Jambore Bebas Sampah Gerakan Indonesia Bebas Sampah (BIBS) serta untuk mengawal isu persampahan nasional.

Dari kegiatan ini kami berhasil merumuskan strategi agar wadah ini dapat terus digunakan dan berkelanjutan dengan membuat diskusi online yang dapat diikuti oleh para peserta CSF ataupun masyarakat sipil lainnya, selain itu juga mulai merumuskan konsep dan tujuan untuk Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah di tahun ini” tambah Vanessa dalam kesempatan lain.

Salah satu output yang dihasilkan setelah pelaksanaan Civil Society Forum 2019 ini diantaranya:

  1. Pembuatan surat Bersama oleh masing-masing delegasi yang ditujukan kepada Presiden RI, berisikan ajakan kepada Presiden untuk menegakkan Peraturan Persampahan di Indonesia
  2. Penetapan platform online yang digunakan oleh komunitas sebagai wadah diskusi mengenai berbagai hal terkait isu persampahan di Indonesia
  3. Rekomendasi untuk pelksanaan Jambore Indonesia Bersih dan Bebas Sampah Tahun 2019. Termasuk rekomendasi tema, output yang ingin dihasilkan, serta rekomendasi aktivitas yang akan dijalankan dalam Jambore di tahun ini.

Adapun beberapa dokumen hasil CSF 2019 dapat diakses pada link berikut:

Leave a Reply

Your email address will not be published.