Fast Fashion, Bagaimana Dampak dan Solusi yang Bisa Dilakukan?

Tampil modis dan kekinian merupakan salah satu hal yang paling diutamakan oleh beberapa orang sehingga kita sering berlomba-lomba untuk memburu produk fesyen terbaru. Fast fashion dinilai dapat memenuhi kebutuhan tersebut karena dapat menawarkan produk fesyen yang kekinian dan terjangkau. Namun apakah kita pernah berpikir bagaimana sebenarnya produk fast fashion ini diproduksi dan bagaimana dampaknya terhadap lingkungan?

Sebelum kita mendiskusikan bagaimana dampak fast fashion terhadap lingkungan, kita harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan fast fashion. Fast fashion dapat diartikan sebagai suatu cara untuk memproduksi produk fesyen secara cepat dan massal sehingga dapat menghasilkan harga yang terjangkau. Sistem produk seperti ini cenderung dapat mempengaruhi ekosistem karena dapat menghasilkan sampah sisa bahan pakaian yang banyak. Oleh karena itu, menurut katadata.co.id industri fast fashion telah menghasilkan emisi senilai 1.715 ton per tahun dan menyumbang 20% dari limbah air di dunia. Selain itu, pemasaran produk fast fashion juga cenderung mendorong perilaku konsumtif bagi masyarakat. 

Lalu bagaimana cara mengatasi dampak tersebut?

Ada beberapa hal yang bisa Generasi Hijau lakukan untuk mencegah dampak dari industri fast fashion, di antaranya adalah:

1. Reuse Your Outfit

Untuk tampil lebih kekinian, Generasi Hijau bisa menggunakan kembali baju-baju yang sudah lama tidak terpakai. Cukup dengan memodifikasi kembali baju-baju tersebut, Generasi Hijau sudah bisa tampil menarik. Kalau Generasi Hijau sudah berkreasi dengan baju-baju lama kalian, jangan lupa untuk dibagikan ke akun Greeneration Foundation dengan tagar #OOTDSCP (Outfit of the Day Sustainable Consumption and Production) ya!

2. Tukar Baju

Selain menggunakan baju lama, Generasi Hijau juga bisa loh mengikuti gerakan #TukarBaju agar bisa tampil lebih kekinian dan menarik tanpa harus membeli baju baru. 

3. Sewa Baju

Generasi Hijau juga bisa membantu mencegah dampak buruk dari fast fashion dengan cara menggunakan jasa sewa baju. Ada beberapa aplikasi sewa baju yang bisa Generasi Hijau gunakan seperti StyleTheory, Dresscodes, Belsbee, dll. 

4. Thrifting (Beli Baju Bekas)

Generasi Hijau juga bisa loh mencoba untuk ramah lingkungan dengan cara membeli baju-baju bekas. Membeli baju bekas tentunya dapat mencegah pakaian-pakaian yang sudah tidak terpakai menjadi limbah. Selain itu, membeli baju bekas juga hemat di kantong, tapi Generasi Hijau jangan lupa ya untuk mencuci pakaian bekas yang sudah dibeli terlebih dahulu. 

5. Riset

Jika memang Generasi Hijau ingin membeli baju baru, jangan lupa untuk melakukan riset terlebih dahulu mengenai merek yang akan dibeli dan pastikan merek tersebut menerapkan prinsip produksi yang berkelanjutan. 

Sumber :

https://katadata.co.id/infografik/2019/12/15/kontroversi-di-balik-industri-fast-fashion

https://www.merriam-webster.com/dictionary/fast%20fashion

Sumber gambar:

www.Instagram.com/greenerationid

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4039618/tukar-baju-bergaya-tak-melulu-pakai-serba-baru

https://www.gatra.com/detail/news/440387/gaya%20hidup/style-theory-tawarkan-alternatif-sewa-baju-online

https://www.marketwatch.com/story/secondhand-shopping-is-on-the-rise—-and-5-thrifting-hacks-2018-04-09

https://www.howtogeek.com/400110/how-to-research-a-topic-online/

Leave a Reply

Your email address will not be published.