Jumlah kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga tanggal 30 Maret 2020 pukul 08.30 WIB tercatat 1.285 kasus dengan rincian 1.107 orang dalam perawatan, 64 sembuh, dan 114 orang meninggal. Untuk mengurangi penyebaran virus tersebut, pemerintah menghimbau masyarakat untuk menjaga jarak sosial atau melakukan social distancing dengan tetap beraktivitas di rumah hingga pandemi ini mereda. Meskipun berada di dalam rumah, generasi hijau harus tetap berperilaku ramah lingkungan. Oleh karena itu, pada tulisan ini, kami akan membagikan tips mengenai cara mengisi waktu karantina di rumah secara ramah lingkungan:

1. Kurangi Produksi Sampah

Meskipun tinggal di rumah, kita harus tetap memperhatikan timbulan sampah yang kita produksi selama masa karantina. Mengurangi produksi sampah di rumah sangat penting karena sampah rumah tangga masih termasuk sampah yang paling banyak diproduksi di Indonesia. Oleh karena itu, mari kita kurangi penggunaan bahan-bahan yang tidak baik bagi lingkungan seperti sampah plastik. Selain itu, untuk mengurangi sampah organik, generasi hijau juga dapat mengkompos sampah organik tersebut sehingga tidak mencemari lingkungan.

2. Membuat Prakarya Daur Ulang

Tetap berada di dalam rumah dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan kebosanan bagi beberapa orang. Rasa bosan tersebut dapat diatasi salah satunya dengan membuat prakarya dari bahan-bahan bekas. Selain menyenangkan, kegiatan ini tentunya dapat bermanfaat bagi lingkungan. Jika bingung, yuk cek di sini untuk melihat tutorial membuat prakarya dari bahan bekas.

3. Menonton Film Lingkungan

Selain membuat prakarya, generasi hijau juga dapat mengisi waktu luang di rumah dengan cara menonton film edukatif yang memiliki pesan untuk lebih menjaga lingkungan. Dengan menonton film tersebut, kita dapat terhibur sekaligus terdorong untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Penasaran film apa saja yang memiliki tema tentang lingkungan? Yuk cek di sini.

 

Itu dia hal-hal yang bisa generasi hijau lakukan di rumah untuk bisa menjadi lebih ramah lingkungan. Untuk terhindar dari covid-19, kita juga harus tetap menjaga daya tahan tubuh dengan cara makan makanan yang bergizi, olahraga yang cukup, dan rajin menjaga kebersihan seperti cuci tangan secara rutin.

Selain itu, jangan lupakan juga pahlawan yang berada di garda paling belakang seperti pemulung dan petugas persampahan. Dengan munculnya pandemi COVID-19 ini, sampah seperti masker bekas pakai sudah mulai menumpuk di tempat penampungan sampah seperti di TPST Bantar Gerbang. Tanpa adanya alat pelindung diri, pemulung dan petugas persampahan beserta keluarganya terancam untuk tertular virus serta penyakit lainnya yang disebabkan oleh jenis sampah lain. Oleh karena itu, mari kita bantu mereka dengan berdonasi agar mereka mendapat alat kebersihan yang layak dan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Donasi ini diinisiasi oleh Greeneration Foundation, Waste4Change, serta komunitas lainnya dan dapat dilakukan melalui tautan berikut.

Ditulis oleh: Siti Aisyah Novitri

Sumber: https://tirto.id/update-corona-30-maret-di-indonesia-kasus-covid-19-di-30-provinsi-eJFs

Share Social Media

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Related Articles

#MAUSAMPAIKAPAN Sungai Citarum Kotor?

#MAUSAMPAIKAPAN Sungai Citarum Kotor?     Dari dulu Sungai Citarum itu dikenal sebagai sungai yang kotor. Bahkan warga yang tinggal di Jawa Barat juga mengenalnya

Sinergi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata

Sinergi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata   Greeneration Foundation tetap konsisten dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Komitmen ini ditunjukan melalui seminar yang diinisiasi oleh Tim

Support Organization

Support Specific Program