Apa itu Overtourism? Dan Apa yang Sudah Greeneration Foundation Lakukan Untuk Mengatasi Permasalahan Pariwisata Tidak Berkelanjutan?

Semenjak diberlakukannya adaptasi kebiasaan normal baru, beberapa tempat wisata kini sudah mulai dibuka dengan menerapkan prokotol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Kebijakan ini telah menuai kritik dari beberapa masyarakat karena Indonesia dianggap belum siap untuk menghadapi New Normal atau adaptasi kebiasaan baru sehingga dibukanya tempat wisata ini dapat menjadi sumber baru penyebaran COVID-19. Meskipun demikian, adaptasi kebiasaan baru ini tetap dilanjutkan dengan alasan untuk menjaga perekonomian masyarakat Indonesia. Namun jika kita berbicara tentang pariwisata, ada isu lain yang juga perlu kita perhatikan, yaitu dampak kegiatan pariwisata terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.

Kegiatan pariwisata yang tidak teratur dan berlebihan dapat menyebabkan fenomena yang disebut Ovetourism. Overtourism adalah kegiatan pariwisata yang tidak memerhatikan keberlanjutan tempat wisata dan dapat membahayakan masyarakat dengan adanya kegiatan perusakan lingkungan dan penggunaan sumber daya alam berlebihan. Overtourism ini tentunya dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan. Peningkatan sampah laut di Pulau Komodo contohnya, berpengaruh terhadap peningkatan kerusakan terumbu karang di wilayah wisata tersebut. Selain itu, Overtourism ini juga dapat berdampak buruk bagi perekonomian masyarakat lokal. Making Oceans Plastic Free Initiatives menyebutkan bahwa polusi sampah plastik dapat menyebabkan kerugian di sektor pariwisata Indonesia sebesar 140 juta dollar setiap tahunnya dan 55 juta dollar untuk pulau Bali.

Apa yang Sudah Greeneration Foundation Lakukan Untuk Mengatasi Permasalahan Overtourism?

Konsep ekowisata dipercaya dapat menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Ekowisata didefinisikan sebagai kegiatan perjalanan ke tempat wisata alam secara bertanggung jawab yang bertujuan untuk melestarikan lingkungan, menyejahterakan masyarakat lokal, dan untuk mengembangkan pendidikan lingkungan hidup. Ekowisata ini memiliki beberapa prinsip, di antaranya adalah:

  1. Mengurangi dampak fisik, sosial, perilaku, dan psikologis
  2. Membangun kepedulian dan rasa hormat terhadap lingkungan dan kebudayaan
  3. Memberikan pengalaman positif bagi pengunjung dan tuan rumah
  4. Memberikan manfaat keuangan bagi pelestarian lingkungan hidup
  5. Memberikan manfaat keuangan bagi masyarakat lokal dan industri wisata
  6. Memberikan pengalaman berkesan yang dapat meningkatkan sensitivitas pengunjung terhadap iklim politik, lingkungan, dan sosial di tempat wisata
  7. Mendesain, membangun, dan mengoperasikan fasilitas yang memiliki dampak rendah terhadap lingkungan
  8. Menghormati hak dan kepercayaan masyarakat lokal serta bekerja sama untuk pemberdayaan

Greeneration Foundation telah turut berkontribusi dalam mempromosikan konsep ekowisata di Indonesia melalui program EcoRanger. Melalui program ini, Greeneration Foundation berusaha untuk meningkatkan pengelolaan sampah di destinasi wisata dengan memberdayakan masyarakat lokal yang kemudian disebut “Ranger”. Para Ranger ini diberikan beberapa program pengembangan kapasitas seperti pelatihan keterampilan pendidikan, pelatihan keterampilan pemberdayaan, pelatihan keterampilan bimbingan, pelatihan keterampilan wirausaha, dan organisasi. Selain itu, pada program EcoRanger ini juga terdapat kegiatan membersihkan sampah di pantai, yang kemudian sampahnya diolah di SEKOLA (Sentra Kelola Sampah) yang dikelola oleh para Ranger.

Ditulis oleh: Siti Aisyah Novitri

Sumber:

World Bank. 2019. Indonesia Economic Quarterly : Oceans of Opportunity (English). Indonesia Economic Quarterly. Washington, D.C. : World Bank Group.

https://ecotourism.org/what-is-ecotourism/

https://ecotourism.org/news/ecotourism-is-the-solution-to-overtourism/

Leave a Reply

Your email address will not be published.