Peran Perempuan dalam Pelestarian Lingkungan

Perubahan iklim merupakan permasalahan global yang berdampak buruk bagi kelestarian lingkungan. Salah satu musuh terbesar bagi kelestarian lingkungan adalah sampah yang tidak terkelola dengan baik. Indonesia merupakan negara terbesar kedua yang memproduksi sampah plastik di lautan setelah China. Selain itu, empat sungai di Indonesia seperti Brantas, Solo, Serayu, dan Progo juga termasuk 20 sungai tercemar di dunia. Jika tidak ditangani dengan baik, permasalahan ini tentunya dapat mengakibatkan bencana alam yang dapat membahayakan masyarakat.

Perempuan merupakan aktor yang paling rentan terdampak dari permasalah lingkungan tersebut. Hal ini karena tidak meratanya akses dan kesempatan yang setara bagi perempuan. Di Afrika Tengah contohnya, ketika bencana alam melanda, laki-laki akan pergi ke daerah perkotaan, sementara perempuan harus tinggal di desa dan bertahan hidup dengan cara bertani di tengah perubahan iklim yang membuatnya sulit untuk bertahan. Selain itu, diskriminasi terhadap perempuan yang masih sering terjadi juga menyebabkan perempuan rentan mengalami kemiskinan sehingga sulit untuk bertahan dalam menghadapi bencana perubahan iklim. 

Oleh karena itu, melibatkan perempuan dalam pencegahan perubahan iklim merupakan hal yang harus dilakukan demi tercapainya upaya pelestarian lingkungan yang inklusif dan efisien. Partisipasi perempuan ini tidak hanya baik untuk pelestarian lingkungan, tapi hal ini juga dapat menginspirasi perempuan dan masyarakat lainnya untuk bergerak menyelamatkan bumi. Berikut beberapa tokoh perempuan pegiat lingkungan khususnya dalam bidang persampahan yang dapat menginspirasi kita semua:

1. Aeshninna Azzahra

Usia tidak menghalangi aktivis cilik ini untuk bergerak bagi lingkungan. Aeshninna Azzahra merupakan seorang siswi dari Gresik yang aktif menyuarakan isu lingkungan dengan mengirim surat kepada pemerintah Australia dan Jerman terkait isu kebijakan impor sampah.

2. Nakabuye Hilda F.

Nakabuye Hilda F. merupakan seorang aktivis lingkungan yang menjadi pionir gerakan lingkungan di Uganda. Perempuan ini aktif menyuarakan isu lingkungan dengan menggalakan kegiatan membersihkan sampah di laut dan juga mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan yang peduli terhadap lingkungan.

3. Lauren Singer

Lauren Singer merupakan seorang perempuan asal New York, Amerika, yang aktif mempromosikan gaya hidup bebas sampah melalui blog-nya yang bernama Trash is for Tossers. Selain itu, Lauren juga melakukan aksi nyata bagi lingkungan dengan mendirikan sebuah toko yang memiliki konsep bebas sampah.

Itu dia perempuan-perempuan hebat pegiat lingkungan. Semoga di peringatan Hari Perempuan Internasional ini perempuan bisa lebih berdaya bagi kelestarian lingkungan.

 

Ditulis oleh: Siti Aisyah Novitri

Sumber:

https://www.globalcitizen.org/en/content/female-activists-saving-planet/

https://www.bbc.com/news/science-environment-43294221

https://www.weforum.org/agenda/2019/03/indonesia-has-a-plan-to-deal-with-its-plastic-waste-problem/

https://www.nature.com/articles/ncomms15611/tables/1

https://theconversation.com/konferensi-iklim-masih-didominasi-laki-laki-saatnya-meningkatkan-keterlibatan-perempuan-130415

https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200122111503-106-467561/aktivis-remaja-indonesia-protes-impor-sampah-ke-australia

https://republika.co.id/berita/prgtrf335/mencoba-gaya-hidup-emzero-wasteem-ala-lauren-singer

Leave a Reply

Your email address will not be published.