Loading . . .

Sinergi Pengelolaan Sampah di Destinasi Wisata  

Greeneration Foundation tetap konsisten dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Indonesia. Komitmen ini ditunjukan melalui seminar yang diinisiasi oleh Tim EcoRanger Banyuwangi pada 8 Oktober 2020. Seminar yang dilakukan secara daring ini disiarkan langsung melalui zoom dan youtube dan diikuti sekitar 140 peserta dari 25 provinsi di Indonesia. Sebagai tuan rumah kegiatan ini, Tim EcoRanger Banyuwangi mengundang 5 narasumber dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengelolaan sampah di destinasi wisata. Mereka adalah Ibu Susi Herawati (Kepala Bidang Pengembangan Ekspose Generasi Lingkungan – Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Bapak Dimas Teguh (Manager Program EcoRanger Indonesia – Greeneration Foundation), Bapak Saka Dwi Hanggara (Waste Management Trainer – PT. Waste4Change), Bapak Candra Hermawan, M.Pd. (Ketua Program Studi Pendidikan Biologi – Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi), dan Bapak Edi Laksono (Wakil Ketua POKMAS Wisata Pulau Merah).Kegiatan ini juga memperoleh dukungan penuh oleh JICA Indonesia. 

Seminar daring yang diselenggarakan kurang lebih 3 jam ini menghasilkan poin-poin penting. Pertama, Permasalahan persampahan berakar pada kemauan dan kesadaran masing-masing individu. Perubahan perilaku produksi dan konsumsi yg lebih ramah lingkungan tidak hanya harus dilakukan oleh konsumen, tetapi juga produsen dlm proses produksinya. Kedua, diperlukan data-data persampahan yg aktual dan akurat untuk menunjang pengambilan kebijakan pengelolaan sampah secara tepat. Ketiga, Pemilahan sampah di sumber sangat membantu proses pengolahan lebih lanjut (daur ulang). Perkembangan teknologi pengolahan juga turut membantu pengurangan sampah residu yang “dibuang” ke TPA. Keempat, Diperlukan masterplan pengembangan pariwisata dengan mengikutsertakan rencana jangka panjang dan jangka pendek pengelolaan lingkungan, termasuk persampahan. Terakhir, Kerja sama berbagai stakeholder (pemerintah, pelaku usaha, komunitas, pelaku usaha dan wisatawan) untuk saling membantu mewujudkan pariwisata berkelanjutan. 

Tim EcoRanger Banyuwangi turut mengedukasi pengurangan plastik sekali pakai kepada para peserta seminar daring. Kegiatan tersebut dilakukan di rumah masing-masing pada 02-07 Oktober 2020. Panitia menyediakan video tutorial untuk memandu peserta dalam mempraktikkan kegiatan daur ulang tersebut. Terdapat 3 pilihan kegiatan daur ulang, yaitu daur ulang material organik menggunakan biopori, daur ulang material plastik dengan ecobrick, dan daur ulang kertas bekas. Seluruh peserta tergabung dalam grup WhatsApp untuk mempermudah koordinasi. PT. Bamboo Arum sebagai startup yang memproduksi barang ramah lingkungan di Banyuwangi juga turut serta mendukung acara dengan donasi merchandise sedotan bambu sebagai upaya edukasi pengurangan plastik sekali pakai kepada para peserta.

Dokumentasi kegiatan online FGD ini dapat diakses melalui:

http://bit.ly/DokumentasiOnlineWorkshopER2020

Support Organization

Support Specific Program